Pergerakan Tanah di Sukabumi Paksa Ratusan Warga Mengungsi

2 menit membaca View : 2
redaksi
Bekasi - 02 Mar 2026

KONTENBEKASI.COM — Pergerakan tanah yang semakin intensif di Kabupaten Sukabumi selama bulan Ramadan kini menjadi momok menakutkan bagi warga, memaksa ratusan jiwa mengungsi dari rumah mereka. Fenomena itu terjadi di Kampung Sukamanah, Desa Bantargadung, di mana suara gemuruh dan getaran dari dalam perut bumi membuat struktur rumah retak dan tidak layak huni.

Fenomena alam yang mulai dirasakan sejak awal bulan puasa ini kian meningkat intensitasnya dalam lima hari terakhir, sehingga sedikitnya 100 keluarga atau sekitar 312 jiwa terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi di tenda darurat serta tempat pengungsian lainnya pada Minggu (1/3/2026). Suara “kretek-kretek” yang berasal dari pergerakan tanah terus menerus terdengar di tengah kekhusyukan ibadah warga.

Kepanikan warga semakin terlihat ketika retakan tanah mulai berkembang di berbagai titik bangunan, mengakibatkan dinding terbelah dan lantai rumah amblas. Bahkan beberapa rumah kini sudah dinyatakan tidak layak huni karena kerusakannya kian parah.

Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, menyebutkan bahwa gejala pergerakan tanah ini mulai dirasakan sejak awal Ramadan. Ia mengungkapkan bahwa kondisi itu dipicu oleh adanya aliran air di bawah pemukiman yang terus bergerak meskipun tidak sedang hujan, sehingga kontur tanah menjadi tidak stabil dan terus bergeser ke berbagai arah.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi telah menyiapkan tenda pengungsian di kantor desa untuk menampung sementara warga terdampak yang tidak bisa kembali ke rumah mereka yang kini dianggap berbahaya. Selain itu, koordinator juga tengah melakukan koordinasi untuk bantuan logistik demi meringankan beban warga di tempat pengungsian.

Warga setempat berharap penanganan bencana ini semakin diperkuat oleh instansi terkait, mengingat pergerakan tanah ini tidak hanya merusak hunian tetapi juga mengancam keselamatan jiwa dan aktivitas masyarakat di tengah bulan suci. (*)

Bagikan Disalin