Warga Karangraharja Khawatir Sampah di Bantaran Kali Picu Banjir Saat Hujan Deras

2 menit membaca View : 2
redaksi
Bekasi, Ekonomi - 04 Mar 2026

KONTENBEKASI.COM – Warga di sekitar bantaran Kali Karangraharja, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, mengungkapkan kekhawatiran atas penumpukan sampah di tepi sungai yang berpotensi memicu banjir lokal saat hujan deras mengguyur wilayah itu.

Tumpukan sampah rumah tangga yang dibungkus plastik dan karung putih kini memenuhi sempadan kali, bahkan sebagian sudah mendekati aliran air. Kondisi ini tampak di sepanjang Jalan Tanggul, yang juga menjadi jalur alternatif bagi kendaraan. Selain pemandangan kumuh, aroma tidak sedap juga menyengat sepanjang jalan.

Menurut warga setempat, Amir Suhendi (67), persoalan bau bukan satu-satunya ancaman yang mereka khawatirkan. Aliran air yang membawa sampah kerap memasuki selokan dan badan jalan ketika hujan turun deras. Ia menilai penumpukan sampah itu berpotensi menyumbat aliran dan mempersempit ruang sungai. “Kalau hujan, airnya suka mengalir ke jalan dan selokan. Takutnya jadi sarang penyakit. Apalagi kalau sampahnya makin banyak, bisa nyumbat aliran,” ujarnya.

Warga menilai kondisi tersebut bisa memperburuk sistem drainase yang sudah ada dan meningkatkan risiko genangan di sekitar permukiman mereka. Selain itu, lokasi sampah liar itu sebelumnya merupakan bekas bangunan liar yang telah ditertibkan, namun tidak ada penataan lanjutan seperti pemasangan pagar atau pengawasan rutin sehingga kini menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan.

Camat Cikarang Utara, Enop Can, mengakui kondisi tersebut dan mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan bersama Satpol PP serta UPTD Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi. Ia menyebut belum diketahui siapa pelaku pembuangan sampah tersebut.

Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan pemerintah daerah akan memperketat pengawasan untuk menekan praktik pembuangan sampah liar. Salah satu langkah yang disiapkan adalah kerja sama dengan TNI dan Polri serta menggelar sayembara bagi warga yang melaporkan pelaku pembuangan sampah. Asep mengatakan masyarakat yang memberi informasi akan diberi hadiah, dan tindakan sesuai dengan peraturan daerah akan dilakukan terhadap pelaku.

Warga berharap tindakan cepat dari pemerintah tidak hanya berhenti pada penindakan, tetapi juga meliputi pembenahan fisik dan pengelolaan drainase yang serius untuk mencegah banjir dan dampak kesehatan akibat sampah yang menumpuk di bantaran kali tersebut. (*)

Bagikan Disalin